Iya juga seeech ya.... jatuh cinta hebooh rasanya....dari masa ke masa, getarannya sama dahsyatnya, (hehheeh.....seperti yang di tulis di novel2, film atopun di sinetron getooo dech...). Ceritanya ada yang terilhami dari kisah nyata.... ato ternyata kisah cinta loe sama seperti yang ada di film2.....(hmmm terkesan romantisnya)
Sebenernya apaan sih ”CINTA” itu? (jomblo bertanya neeech.....), banyak banget kan yang seneng bahasin tentang ini..... gak selesai ampe dunia berakhir kayaknya... (duh jangan kiamat dulu ach.....masih jomblo neee.......)
Kali ini bie mo coba bahas tentang ”apa arti cinta” (duh.... pasti ada yang komentar.... sok tau neeech bie2.... kayak yg ngerti aza....).....maka dari itu karena bie gak paham.... bie mo coba bahas..... (hehehe...heheh....sok pe-de gitu....)
Berbagai terminologi digunakan orang untuk melukiskan bagaimana rasanya jatuh cinta.(wih bahasanya keren...juga ya....baru nemu nih....). Ada yang bilang bahwa jatuh cinta itu serasa indah sekali, semua yang ada di sekeliling loe jadi indah. Ada yang bilang cinta terasa menyesakan dada sehingga harus diungkapkan kepada pihak yang dijatuhi cinta (asal jangan di jatuhin duren...hehhe...hehhe). Cinta membuat kita berdebar-debar, berkeringat, dan salah tingkah bila berada di dekat ”Si Dia”. (wih...seandainya bie bisa rasain....heheh...serasa nonton film kayaknya...neech.....hihhihihih....)
Hal itu disebut fase ketertarikan yang bisa dijelasin secara psikologis maupun fisiologis. Gini nih penjelasannya...(serasa ngerti getooo dech...), saat loe tertarik sama seseorang, otak loe ngirim signal ke tubuh untuk memproduksi hormon tertentu yang akhirnya memunculkan reaksi-reaksi di atas tadi. Siapa yang bisa membuat loe tertarik tentunya sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi serta bagaimana loe dibesarkan (wih... ribet bener kayaknya....)
Jatuh cinta sih hal yang normal dan wajar walaupun tidak berarti bahwa loe yang belum pernah jatuh cinta memiliki masalah (hehehehe....ya... paling gak bie pernah dech ngerasain falling in Love....hihihih...kayak judul lagunya melly G...)
.
Cinta pada pandangan pertama
Walaupun film, sinetron, atopun novel sering menyebut-nyebut tentang cinta pada pandangan pertama, banyak juga yang berpendapat bahwa hal itu hanya bumbu romantisme dan sangat jarang terjadi pada kehidupan sehari-hari (wah.....masa seeech...?). Mereka berpendapat bahwa akan sulit mencintai seseorang yang kepribadiannya belum dikenal secara lebih jauh.(gak juga ach.....bisa kaleeee) Ketertarikan memang tidak bisa begitu saja disamakan dengan cinta, mengingat cinta melibatkan emosi yang lebih dalam, (hehhe sambil gali sumur kayaknya jatuh cintanya.....)
Cerita-cerita sinetron yang ada, memusatkan perhatian pada cinta romantis, sehingga mempengaruhi banyak orang (termasuk loe N bie_bie juga kaleee ya...) untuk berpikir bahwa inilah bentuk cinta sejati yang harus dimiliki setiap pasangan. Pada kenyataannya, menurut para pakar (wih pakar cinta bukan bie_bie loh....), cinta yang romantis hanyalah bagian awal dari sebuah perjalanan panjang, dan banyak orang justru melakukan kesalahan fatal pada tahap ini.
Tahap cinta berikutnya, walaupun tidak seintens cinta romantis, biasanya lebih dalam, lebih membahagiakan dan tentu saja lebih terasa aman karena sudah mengenal pasangan dengan lebih baik. Untuk mencapai tahap ini tentunya diperlukan waktu yang lebih lama, karena dalam kurun waktu tertentu itu pasangan bisa saling belajar baik tentang dirinya sendiri maupun pasangannya.
Jatuh cinta pada pandangan pertama dapat menjadi titik tolak dari perjalanan menuju cinta yang lebih jauh (hehehe....heheh... duh tuh cinta pake jalan2 segala...) Tapi sekali lagi, hal ini bisa jadi bahaya (ih serem juga yach kenapa ya?..), karena pada awalnya loe sering mengira bahwa ketertarikan sama dengan cinta, tidak sedikit yang terpeleset dan menyerahkan segala-galanya kepada pasangannya karena mengira bahwa inilah cinta sejatinya. (duh.....apa yang diserahin ??...bisa bangkrut tuh..!!...)
Apakah seks sama dengan cinta?
Banyak diantara loe (khususnya cewek neeech.....) yang melakukan hubungan seks bukan karena semata-mata loe pingin ngelakuinnya kan ?...namun hanya karena loe percaya bahwa loe perlu memberikan kepuasan seksual buat cowok loe agar tetap mencintai loe (ala mak.... ampe segetoonya... ya...). So, loe (para cewek) berpikir bahwa seks merupakan bukti cinta, mungkin juga karena cowok loe selalu mengatakan hal yang serupa.
Sialnya, pada beberapa kasus, setelah mendapatkan seks, si cowok justru memutuskan hubungan dan menganggap pacarnya "bukan cewek baik-baik" (kubur aza cowok yang begitu heheheh...). Hal ini tentu sangat tidak adil bagi si cewek (ya ila lah....) Kalaupun pada saat melakukan hubungan seks si cowok menggunakan kondom sebagai proteksi terhadap kehamilan dan infeksi menular seksual, masih ada satu hal yang tidak bisa diproteksi, yaitu hati dan perasaan (hihihii.... dalem neech bahasanya...). Tentu ditinggalkan kekasih hati akan terasa sangat sakit, apalagi bila kita sudah merasa menyerahkan segala-galanya bagi sang pacar.
Karena itulah, loe (yang punya pasangan neh!!!) harus berpikir seribu kali sebelum mengatakan "ya" pada hubungan seksual sebelum pernikahan. Pikirkan lagi konsekuensi yang bisa terjadi pada diri loe dan pasangan loe. Jangan mau jadi korban, dan jangan membuat orang lain menjadi korban dari perilaku loe yang tidak bertanggung jawab. Kalau loe memang benar-benar cinta, tentunya loe tidak akan ”merusak diri” pasangan dan akan sabar untuk menunggu saat yang tepat untuk melakukan hubungan seks (setelah menikah duh jadi penganten dong hehehhehehe....), dan tidak akan dengan mudah mengatasnamakan cinta demi seks. (wih..... hebat bener......)
Nah, loe (para cewe, termasuk bie_bie neech), mesti punya sikap dalam hal percintaan. Selain menyikapinya dengan wajar, jangan lupa untuk menikmatinya. Jatuh cinta tuh harusnya membawa kesenangan yang sifatnya positif bagi kedua belah pihak. Bikin kita lebih semangat dan lebih cerah. Makanya, kalau loe merasa bahwa pacarmu (atau gaya pacaran kalian) membuatmu tidak happy, apalagi kalau sampai melibatkan kekerasan baik fisik, emosional, maupun seksual, mungkin sudah waktunya untuk meninjau kembali hubungan kalian. Pikir lagi, mau terus atau berhenti di sini saja. Kalau bingung, loe bisa meminta bantuan orangtua ato orang dewasa yang bisa loe percaya. (by : bie_bie)
misi"..ng-blog jangan terlalu bie_bie, nanti diputus pacar lho..hehe
BalasHapushm..blog yang lumayan wat nimba elmu Cinta hikz"..
bie....blog km keren juga
BalasHapusabienk
"Sialnya, pada beberapa kasus, setelah mendapatkan seks, si cowok justru memutuskan hubungan dan menganggap pacarnya "bukan cewek baik-baik" (kubur aza cowok yang begitu heheheh...)." Sebetulnya klo pacaran itu ada batasan tertentu yang harus di patuhi oleh kedua belah pihak, karena yang selalu jadi korban itu selalu dari pihak wanita, klo udah di tinggal kabur gitu kan jadinya susah sendiri.
BalasHapusOwwhh..ini bagus jadi bahan 'kasus' bie.. Kalo perlu 'dosen pembimbing', Meggy Z ga keberatan membimbing kamoe... hehe
BalasHapus