Tampilkan postingan dengan label RenuNgin deCh..... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RenuNgin deCh..... Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 April 2009

Perawan terkhianati........

Mega sore pancarkan ronanya...
merona indah begitu menggoda...
Langkah kaki ku tertuju padanya...
Hendak gapai bias warna indah

Pandanganku tak berkedip sedetikpun
Tujuanku tak berpaling semusimpun

Aku ingin
Aku mau
Aku butuh
Aku.............aku...................

Langkah kaki meninggalkan ku pergi......
bayangnya menjauhi....
hingga kini membuatku ngeri.....
akan hati yang tersakiti....

Aku ingin......
namun ku masih mau seperti ini.....
Aku butuh....
tapi aku masih perlu waktu......

Biarkan aku sendiri....
Biarkan ku bercinta dalam mimpi
Biarkan asaku melambung tinggi
menggapai mega senja yang menggoda hati....

Ku nikmati cinta dalam hati....
Kuresapi kasih yang tak tergapai ini
Kucintai sosok tak nyata ini....
karena dia tak kan membuatku sakit hati......

LoVe bie_bie

Kamis, 02 April 2009

Goyang berSama........

Wow..... tinggal menghitung hari.....
kayak judul lagu melo popular.... hihihi....

Gw bingung dech... sebenernya caleg-caleg yang ada tuh, sebagian besar punya bakat terpendam sebagai penari erotis yach ??.....

Disetiap sudut kampanye yang berlangsung, semua parpol gelar pesta "goyang erotis" bersama. Dimana pendidikan demokrasi sesungguhnya ???.... yang ada hanya pembodohan masyarakat secara nyata...

Apa jadinya legislatif nantinya..... hanya menjadi wadah pembuatan "undang-undang bergoyang" semata.......

LoVe bie_bie

Minggu, 15 Maret 2009

Wajah Pinggiran Jalan.....

Dear... my friends...

Star kampanye dimulai neeech.... Wih, para politikus semangat tebar-tebar pesona di hari pertama. Bualan janji, iming-iming happy... semua massa di racuni.... hihihihi.......

Yang gw tau hanya wajah-wajah pinggiran jalan... yang gw gak tau apalagi gw kenal. Sekolahnya dimana, lulusnya kapan, rumahnya dimana, istri/suami keberapa ..... wkwkwkw......

Trus, gw harus memilih 1 diantara sekian banyaknya wajah... sebagai penyambung suara gw bagi negara.


Wih.....Imposible bangetkan?... kepercayaan tergadaikan dengan hanya melihat wajah-wajah dipinggiran jalan.


Gimana kalo menurut loe-loe semua ?.....
Asli kalo gw bingung untuk memilih mereka.... heheehe

by : bie_bie

Selasa, 17 Februari 2009

PUTUS??......HIII…..TAKUUUT!

”…..Putus sama pacar? Masa seech? Loekan dah 2 tahun lebih pacaran? Masak sih putus gitu aja?…”
“….Gue yakin hubungan gue sama dia masih bisa diperbaiki. Asalkan dia mau berubah…”
“….Gue udah terlanjur berbuat terlalu jauh. Kalau gue putus sama, siapa yang mau nikah sama gue? sedangkan gue sudah….”
“Gue sudah terlanjur tergantung sama dia…kayaknya nggak mungkin gue hidup tanpa dia…. “

(Wow.....bie_bie mo bahas tentang putus-putusan neeech....)

Putus Cinta?, duh sereeem deh, seperti tersambar petir di siang hari! (di malem hari juga serem kayaknya....heheheh) apalagi kalau pacar loe tuh udah begitu melekat (pake lem kaleee), di hati, pikiran dan kehidupan loe. Dekat dengan teman-temen, tiap hari ketemu, pacaran udah bertahun-tahun, dan lainnya. Pastinya buat loe putus itu hal yang mustahil. Terbayang gak seech, kalau tiba-tiba hubungan yang sudah terjalin selama sekian tahun harus putus di tengah jalan (awas keserempet wkwkwk...).

Kejadian kayak begini biasanya membuat loe gak enak tidur, gak enak makan, gak enak untuk ngapa-ngapain dan pengennya manyun dan meratapi nasib yang malang (wih...dah lewat ach masa itu.. hihihihi..), belum lagi menghadapi pertanyaan teman atau orang di sekitar, gimana menjalani hidup sendiri lagi (...alonely..again...), bisakah dapat pacar lagi (iya juga yach...hehhe), dsb. Itu semua salah satu alasan kenapa loe enggan memutuskan hubungan, sekalipun loe ngerasa hubungan loe dan dia udah gak sehat lagi.


Tapi coba loe pikirin lagi dech, ketakutan loe akan kata ”putus” seringkali membuat loe terjebak dalam kondisi loe gak bisa melihat kondisi hubungan loe dengan pacar loe secara lebih bijaksana dan proporsional (duh.... berat neech bahasanya).


Perbedaan ketidakcocokan diantara loe berdua dipikirin lagi dech. So, walau pacar loe udah “menyebalkan” alias selalu bikin hati loe jengkol (jengkel dan dongkol), seperti; sering nyakitin, gak pedulian, diragukan cinta dan tanggungjawabnya, tapi karena loe
takut putus”, loe jadi pasrah, nerimo, dan maksain tetep jalan sama dia. Padahal sih, boro-boro cocok, sehari gak berantem aja rasanya udah hebat luar biasa. Tapi sekali lagi yang namanya putus-tus, rasanya ngeri ngebayanginnya (....nightmare getoo...). Nah…kalo ada yang mengalami gejala kayak gini, gimana dong sebaiknya?
  • Yuk coba kita bahas barengan.......(yuk....!!).
Dalam sebuah hubungan, yang namanya berusaha untuk membuat segala hal berjalan lancar, awet dan abadi tentu saja idaman semua orang. Rasanya hepi banget deh kalo loe punya pacar yang sangat loe sayangi, juga nyayangi loe. Banyak yang bisa diobrolin, saling menghargai, idealisme dan prinsipnya tidak saling bertentangan, (duh indahnya). Tapi ternyata tidak semua hubungan bisa seindah dan semulus yang loe harapin. Ternyata tidak gampang mencari orang yang bener-bener sejalan sama loe. Kata ”sejalan” bukan berarti juga ”cocok”, gak harus semuanya sama dengan loe kan?, tapi justru yang bisa saling melengkapi, mendukung dan menghargai. Dalam masa pacaran banyak dikatakan sebagai upaya untuk menemukan orang yang cocok dijadikan teman hidup (duh.... dalem amat...) di kemudian hari.

Nah, kalau dalam proses penjajagan ternyata dia bukan orang yang cocok, gak ada salahnyakan loe memberikan kesempatan kepada diri loe dan pasangan untuk cari yang lain (hmmm.......). Cocok tidaknya sangat individual, itu ditentukan oleh diri loe sendiri. Lebih kaya, lebih ganteng, atau lebih cantik, lebih pinter, belum tentu lebih cocok dengan kepribadian kita. Siapa tahu yang lebih cocok dengan loe adalah orang yang selama ini belum pernah loe bayangkan (waduh....yang kayak apa ya...?)


N
ah, bila loe punya daftar ketidakcocokan dan hasilnya mengatakan hubungan loe berdua masuk kategori tidak cocok sama sekali, maka langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana caranya mengakhiri hubungan ini.


L
angkah awal yang bisa loe lakuin adalah ngajak dia bicara mengenai ketidak cocokan diantara loe berdua.(kalau emang loe merasa gak cocok, tentu dia juga ngerasakan hal yang sama).


K
alau dia selama ini oke-oke aja, alias cuman loe aja yang merasa “gerah” pacaran sama dia, dia juga harus tahu. Karena gak akan baik buat dia yang ternyata selama itu cintanya bertepuk sebelah tangan dan gak baik juga buat loe menjalaninya tanpa rasa cinta pastinya (hmmm...........). Pastinya dia akan shock mendengar keputusan loe, tapi pastinya akan lebih baik daripada berlarut-larut. (Itu kalo loe yang mutusin......). Nah, kalo ternyata loe yang di putusin? (Ya...sama kaget N shocknya kaleeee....). Ternyata gak cuma itu rasanya ada sakit, sedih, marah, benci ada yang sampe depresi, putus asa, ato ada yang nekat ampe bunuh diri (aduh extrem amat..).


Segitu hebatnya dampak yang bisa terjadi karena putus cinta, maka kalau hal ini menerpa diri loe, loe butuh yang namanya ”manajemen putus cinta”. (duh dimana sekolahnya tuh.....hihihi....)


S
alah satu reaksi yang sering terjadi ketika hubungan sudah tidak dapat di pertahankan adalah penolakan. Perasaan bahwa sudah berbuat terbaik selama berpacaran malah menghambat untuk berfikir obyektif mengenai apa dan mengapa hal itu bisa terjadi. Penolakan adalah satu reaksi yang normal bagi siapapun yang mengalami putus hubungan denga sang pacar dicintainya. Tapi bila berkepanjangan tentu bukan hal yang sehat. Karena mau tidak mau sepahit apapun rasanya harus loe terima sebagai kenyataan.

  • Sedih adalah hal yang wajar.
Ya namanya juga kehilangan, perasaan sedih pasti loe rasain. Kalau gak sedih berarti loe sebelumnya mungkin emang gak sayang sama mantan pacar. Jadi gak perlu ditolak perasaan sedih, karena justru kalau loe lawan dan tekan, proses “penyembuhan” akan semakin lama. Kalau perlu beri batasan waktu sampai kapan diri loe boleh bersedih-ria. Setelah itu semuanya dimulai lagi lembaran baru. (Kayak lebaran getooo dech.......)
  • Menghilangkan jejak
Kalau setiap kali ngelihat hal yang berkaitan dengan si dia misalnya, barang pemberiannya, foto-foto, tempat yang pernah kalian pakai buat pacaran, dll (duh memory bener....). bikin hati loe berdarah lagi, maka loe perlu menghilangkan jejak dia. Kalau perlu singkirkan semua barang-barang tersebut, dan sementara loe gak usah ke tempat-tempat “bersejarah” dulu, dan mulai membiasakan diri melalui hari harimu berlalu tanpa “bayangan” dia (yakin...pasti bisa...hihihi...)
  • Jangan sendirian
Kalau loe lagi sendirian, biasanya pikiran bisa melayang kemana-mana (getoooo ya ??....). Kalau lagi patah hati sebaiknya jangan sering sendirian, terutama kalau pikiran lagi jutek mikirin nasib yang “malang” (khawatir kesambet heehhe....). Berada dilingkungan banyak temen, yang perhatian sama loe bisa membantu menenangkan suasana hati loe. Paling tidak loe bisa ngobrolin hal-hal yang gak ada hubungannya sama si “heart breaker”. Atau melakukan aktifitas yang menyenangkan lainnya.
  • Mending Curhat
Curhat ke temen yang bisa dipercaya dan sharing semua perasaan dan kesedihan loe, itu sangat bermanfaat untuk meringankan beban di dada (bener tuh....). Adanya temen yang bersedia jadi “tempat sampah” membuat kita merasa didukung, terhibur, dan gak merasa sendirian (kasian amat tuh temen...hehhe...). Pasti yang loe rasain adalah loe gak butuh nasehat, yang loe butuhin cuma temen yang sabar dan menjadi pendengar yang baik (bener bangeeeeeeeeet....)
  • Mulai berpikir positif.
Bagaimanapun juga toh akhirnya kalian sadar bahwa kalian gak cocok jalan terus. Masih mending ketidak cocokan ini ketahuan dan dirasakan sekarang, dan gak nunggu sampai kalian menikah (duh jangan sampe dech....). Dan memang seringkali rencana yang loe buat berbeda dengan rencana yang Tuhan mau. Tidak semua yang loe inginkan akan menjadi kenyataan. Tapi loe perlu tahu bahwa rencana Tuhan pasti lebih baik dari yang loe rencanakan (duh...bijaksana bener.....)
  • Senangkan diri loe.
Udah deh gak usah lagi terlalu mengasihani diri sendiri. Kalau kalian emang akhirnya putus, ya berarti memang itu adanya, dan bukan karena loe jelek, kurang baik, kurang bermutu, kurang ini, kurang itu. Gak cocok ya gak cocok. Nah loe bisa meningkatkan harga diri dan percaya diri dengan menyenangkan diri loe sendiri.

Coba pergi ke salon untuk creambath, misalnya, sehingga rambut dan kepalamu bersih , wangi dan rileks, atau beli baju baru, makan di tempat yang enak, beli cd/kaset baru, atau apapun (yang positif tapi ya!) yang bisa bikin kamu seneng (nikmatin hidup dech.....).


Ok dech buat temen-temen bie_bie, itu tadi sedikit kiat-kiat yang menjadi bagian dari “Manajemen Putus cinta”. Tentu saja loe bisa cari sendiri cara yang paling cocok dengan situasi dan kondisi loe, tapi yang paling penting adalah gak usah takut putus kalau memang loe bener-bener gak nyaman dengan hubungan pacaran loe, karena dalam usaha mencari ”kecocokan” untuk sebuah hubungan yang lebih jauh loe perlu cermat dan bijaksana dalam menentukan pilihan.

BOLEH AJA PUTUS CINTA, TAPI GAK PERLU PATAH HATI.
(Setujuuuu...banget......).

Senin, 16 Februari 2009

JATUH CINTA BERJUTA RASANYA.....

Iya juga seeech ya.... jatuh cinta hebooh rasanya....dari masa ke masa, getarannya sama dahsyatnya, (hehheeh.....seperti yang di tulis di novel2, film atopun di sinetron getooo dech...). Ceritanya ada yang terilhami dari kisah nyata.... ato ternyata kisah cinta loe sama seperti yang ada di film2.....(hmmm terkesan romantisnya)


Sebenernya apaan sih ”CINTA” itu? (jomblo bertanya neeech.....), banyak banget kan yang seneng bahasin tentang ini..... gak selesai ampe dunia berakhir kayaknya... (duh jangan kiamat dulu ach.....masih jomblo neee.......)


Kali ini bie mo coba bahas tentang ”apa arti cinta” (duh.... pasti ada yang komentar.... sok tau neeech bie2.... kayak yg ngerti aza....).....maka dari itu karena bie gak paham.... bie mo coba bahas..... (hehehe...heheh....sok pe-de gitu....)


Berbagai terminologi digunakan orang untuk melukiskan bagaimana rasanya jatuh cinta.(wih bahasanya keren...juga ya....baru nemu nih....). Ada yang bilang bahwa jatuh cinta itu serasa indah sekali, semua yang ada di sekeliling loe jadi indah. Ada yang bilang cinta terasa menyesakan dada sehingga harus diungkapkan kepada pihak yang dijatuhi cinta (asal jangan di jatuhin duren...hehhe...hehhe). Cinta membuat kita berdebar-debar, berkeringat, dan salah tingkah bila berada di dekat ”Si Dia”. (wih...seandainya bie bisa rasain....heheh...serasa nonton film kayaknya...neech.....hihhihihih....)


Hal itu disebut fase ketertarikan yang bisa dijelasin secara psikologis maupun fisiologis. Gini nih penjelasannya...(serasa ngerti getooo dech...), saat loe tertarik sama seseorang, otak loe ngirim signal ke tubuh untuk memproduksi hormon tertentu yang akhirnya memunculkan reaksi-reaksi di atas tadi. Siapa yang bisa membuat loe tertarik tentunya sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi serta bagaimana loe dibesarkan (wih... ribet bener kayaknya....)


Jatuh cinta sih hal yang normal dan wajar walaupun tidak berarti bahwa loe yang belum pernah jatuh cinta memiliki masalah (hehehehe....ya... paling gak bie pernah dech ngerasain falling in Love....hihihih...kayak judul lagunya melly G...)

.

Cinta pada pandangan pertama


Walaupun film, sinetron, atopun novel sering menyebut-nyebut tentang cinta pada pandangan pertama, banyak juga yang berpendapat bahwa hal itu hanya bumbu romantisme dan sangat jarang terjadi pada kehidupan sehari-hari (wah.....masa seeech...?). Mereka berpendapat bahwa akan sulit mencintai seseorang yang kepribadiannya belum dikenal secara lebih jauh.(gak juga ach.....bisa kaleeee) Ketertarikan memang tidak bisa begitu saja disamakan dengan cinta, mengingat cinta melibatkan emosi yang lebih dalam, (hehhe sambil gali sumur kayaknya jatuh cintanya.....)


Cerita-cerita sinetron yang ada, memusatkan perhatian pada cinta romantis, sehingga mempengaruhi banyak orang (termasuk loe N bie_bie juga kaleee ya...) untuk berpikir bahwa inilah bentuk cinta sejati yang harus dimiliki setiap pasangan. Pada kenyataannya, menurut para pakar (wih pakar cinta bukan bie_bie loh....), cinta yang romantis hanyalah bagian awal dari sebuah perjalanan panjang, dan banyak orang justru melakukan kesalahan fatal pada tahap ini.


Tahap cinta berikutnya, walaupun tidak seintens cinta romantis, biasanya lebih dalam, lebih membahagiakan dan tentu saja lebih terasa aman karena sudah mengenal pasangan dengan lebih baik. Untuk mencapai tahap ini tentunya diperlukan waktu yang lebih lama, karena dalam kurun waktu tertentu itu pasangan bisa saling belajar baik tentang dirinya sendiri maupun pasangannya.


Jatuh cinta pada pandangan pertama dapat menjadi titik tolak dari perjalanan menuju cinta yang lebih jauh (hehehe....heheh... duh tuh cinta pake jalan2 segala...) Tapi sekali lagi, hal ini bisa jadi bahaya (ih serem juga yach kenapa ya?..), karena pada awalnya loe sering mengira bahwa ketertarikan sama dengan cinta, tidak sedikit yang terpeleset dan menyerahkan segala-galanya kepada pasangannya karena mengira bahwa inilah cinta sejatinya. (duh.....apa yang diserahin ??...bisa bangkrut tuh..!!...)


Apakah seks sama dengan cinta?


Banyak diantara loe (khususnya cewek neeech.....) yang melakukan hubungan seks bukan karena semata-mata loe pingin ngelakuinnya kan ?...namun hanya karena loe percaya bahwa loe perlu memberikan kepuasan seksual buat cowok loe agar tetap mencintai loe (ala mak.... ampe segetoonya... ya...). So, loe (para cewek) berpikir bahwa seks merupakan bukti cinta, mungkin juga karena cowok loe selalu mengatakan hal yang serupa.


Sialnya, pada beberapa kasus, setelah mendapatkan seks, si cowok justru memutuskan hubungan dan menganggap pacarnya "bukan cewek baik-baik" (kubur aza cowok yang begitu heheheh...). Hal ini tentu sangat tidak adil bagi si cewek (ya ila lah....) Kalaupun pada saat melakukan hubungan seks si cowok menggunakan kondom sebagai proteksi terhadap kehamilan dan infeksi menular seksual, masih ada satu hal yang tidak bisa diproteksi, yaitu hati dan perasaan (hihihii.... dalem neech bahasanya...). Tentu ditinggalkan kekasih hati akan terasa sangat sakit, apalagi bila kita sudah merasa menyerahkan segala-galanya bagi sang pacar.


Karena itulah, loe (yang punya pasangan neh!!!) harus berpikir seribu kali sebelum mengatakan "ya" pada hubungan seksual sebelum pernikahan. Pikirkan lagi konsekuensi yang bisa terjadi pada diri loe dan pasangan loe. Jangan mau jadi korban, dan jangan membuat orang lain menjadi korban dari perilaku loe yang tidak bertanggung jawab. Kalau loe memang benar-benar cinta, tentunya loe tidak akan ”merusak diri” pasangan dan akan sabar untuk menunggu saat yang tepat untuk melakukan hubungan seks (setelah menikah duh jadi penganten dong hehehhehehe....), dan tidak akan dengan mudah mengatasnamakan cinta demi seks. (wih..... hebat bener......)


Nah, loe (para cewe, termasuk bie_bie neech), mesti punya sikap dalam hal percintaan. Selain menyikapinya dengan wajar, jangan lupa untuk menikmatinya. Jatuh cinta tuh harusnya membawa kesenangan yang sifatnya positif bagi kedua belah pihak. Bikin kita lebih semangat dan lebih cerah. Makanya, kalau loe merasa bahwa pacarmu (atau gaya pacaran kalian) membuatmu tidak happy, apalagi kalau sampai melibatkan kekerasan baik fisik, emosional, maupun seksual, mungkin sudah waktunya untuk meninjau kembali hubungan kalian. Pikir lagi, mau terus atau berhenti di sini saja. Kalau bingung, loe bisa meminta bantuan orangtua ato orang dewasa yang bisa loe percaya. (by : bie_bie)



Minggu, 15 Februari 2009

BETUL GAK SECH.... "CEMBURU TANDA CINTA?"

Rasa cemburu.....wow bisa dibilang bumbu dalam berpacaran atau dalam sebuah ikatan suatu hubungan (ini sih menurut curhatan N sedikit pengalaman hehehe....). Tapi jangan salah cemburu juga bisa membahayakan suatu hubungan bila salah satu pasangan tidak dapat mengendalikan perasaannya, seperti curiga yang berlebihan dan menunjukan sikap posesif, yang buntutnya malah bisa kehilangan pasangan (wih mengerikan...heheh...buat yang punya pasangan....hihihi gak buat bie_bie)

So, coba dech ”kita” (duh, loe aza dech. !!) belajar untuk bisa mengelola perasaan cemburu yang loe punya biar apa yang loe miliki gak lepas begitu saja....(duh kayak ayam lepas heheheh...)

Emang seech, ketika loe mengetahui pacar loe tertarik sama yang lain (hehehe bawa tali kaleee tuh orang pake narik-narik), pastinya perasaan loe remuk gak karuan, ya sedih, marah, takut, hilang rasa "pe-de", sakit hati, bahkan ingin ngamuk memecah bumi (wih....kayak cerita di pewayangan....heheh)

Nah disinilah kematangan emosi loe di uji, karena ketika cemburu timbul dan tidak dapat loe kendaliin, bisa jadi loe ngelabrak dan menuduh mereka ”berselingkuh” (duh dalem..), yang akhirnya kita akan selalu terobsesi dan mencari-cari alasan untuk terus melemparkan tuduhan, beraksi berlebihan terhadap hal yang gak penting, ribut di depan umum (kayak sinetron getoo), yang ujung-ujungnya loe bisa bertindak kasar.

Tau gak loe, rasa cemburu yang berlebihan N gak terkendali adalah tanda-tanda diri loe gak pe-de. Loe pasti selalu merasa bahwa pacar loe milik loe dan ingin menguasainya, nah loe selalu cemas bila ada yang lain yang lebih dari loe dan pacar loe tergoda (hmmm seru kayaknya....). Sebenernya cara yang posesif gitu yang bikin hubungan jadi ribet. Cemburu yang gak masuk akal akan membuat loe kehilangan pacar loe atau pasangan loe. (ih...serem juga yach....heheheh)

Iya juga seeech....kalo rasa cemburu menggelitik pastinya loe ngerasa hubungan loe terancam dan akhirnya bersikap protektif. Dan pada akhirnya gak tau harus bertindak bagaimana.

Diantara banyak pasangan, ada yang berusaha untuk menghilangkan rasa cemburu, karena menurut mereka ”cemburu” itu perasaan negatif, tidak pe-de dan posesif. Padahal sebenernya seech kalo menurut bie_bie, mengakui adanya ”rasa cemburu” juga perlu....untuk menumbuhkan kedekatan diri dengan pacar. (ya.. itu kalo menurut bie loch!!...).

Nah gini dech, saat loe merasa bahwa pacar loe punya perhatian khusus sama yang lain, dan rasa cemburu mulai terbersit di hati, don’t panic. Loe harus bisa ngendaliin perasaan loe dengan mengontrol perasaan dan emosi loe, dengan berfikir positif, caranya :

  • Loe harus sadar bahwa rasa cemburu berkaitan dengan hal yang mungkin terjadi bukan pada apa yang sedang terjadi.
  • Loe juga harus sadar, bahwa menuduh pacar loe selingkuh tanpa alasan dan bukti yang jelas akan merusak hubungan loe.
  • Gak perlu terus-menerus mikirin perasaan cemburu loe, karena loe akan terjebak di dalamnya.

Loe harus "cooling down", karena dengan begitu loe bisa berfikir, dan coba tanya diri loe sendiri ”ada alasan gak buat loe cemburu?”, ”apa betul pacar loe tertarik sama orang lain?”, ”apa dia pernah buat loe ragu untuk tetap percaya sama dia?” (yach misalnya pernah bohong atau memang punya sejarah selingkuh sebelumnya.... atau hubungan loe terjalin sama dia diawali dari perselingkuhan... hehehehh kalo getoo seech loe kena batunya ....hihihihi)

Ya, kalo loe dah yakin bahwa kecurigaan loe memang beralasan, jangan juga main emosi. Kali aza ada kesalahpahaman (apa iya kalo bukti jelas?...hehehehe). Tapi pastinya ya di obrolin dulu dech dengerin dulu penjelasannya, dengan begitu ada kejelasan dan loe gak termakan cemburu yang bisa aza melukai perasaan loe sendiri dan pacar loe juga.

Dengan bicarain masalah loe sama sang pacar secara terbuka, tenang dan tanpa emosi, loe mungkin aza baru nyadari bahwa ada masalah dalam hubungan loe dan pacar loe, dengan begitu loe bisa mengatasinya. Perlu loe inget ya... dalam sebuah hubungan apapun bentuknya pasti terkadang ada konflik di dalamnya.

Disini kekuatan hubungan (cinta) loe teruji sekaligus terasah dari bagaimana loe nyelesain masalah yang timbul dengan pasangan loe. Dengan makin kuat dan eratnya pertalian kasih sayang, loe bisa bicarain apapun dengan pacar loe, termasuk rasa takut suatu saat ada yang akan “menggusur” tempat loe. (Oooo.... sepertinya bukan hanya PKL/pedagang kaki lima yang tergusur, hehehhe)

Tapi emang seech, ada orang yang memang tidak bisa dipercaya. Kalau hubungan sudah mencapai suatu titik di mana loe tidak bisa lagi mempercayai sang pacar, loe perlu menunjau ulang nilai-nilai mengenai kepercayaan terhadap orang lain. Kalau loe sudah berusaha keras tapi memang dia berselingkuh, suka berbohong dan tidak bisa dipercaya, mungkin loe perlu segera memutuskan hubungan. Cari orang lain yang bisa menghargai loe dan layak mendapatkan kepercayaan loe. (wih mantap.....apa iya semudah itu buat dapetin lagi?....hehehhe...)

Tapi loe juga kudu mengevaluasi rasa pe-de loe. Ingatlah bahwa rasa cemburu yang paling parah bermula dari rasa ketakutan bahwa loe tidak cukup layak bagi orang yang loe cintai setengah mati (duh setengah mati, kalo bie mah maunya ampe mati?) Mungkin selama ini loe pacaran dengan sejenis orang yang bikin loe nggak pede. Misalnya, pacar loe artis luna maya (heheh apa dunia maya) yang banyak banget penggemarnya (itu seeech emang butuh mental baja N pe-de yang tinggi).

Masa pacaran seharusnya digunakan untuk menjajaki diri dalam mencari pasangan, kira-kira seperti apa yang baik untuk diri loe. Lebih baik pacaran dengan orang yang loe anggap sejajar, daripada dengan seseorang yang loe puja bagaikan malaikat. Dengan begitu, loe akan merasa nyaman dan bisa tampil apa adanya, dan tidak terus menerus dibayangi ketakutan akan kehilangan dia. (cie....cie....cie......)

Kalo loe yang di cemburuin habis-habisan?

Tapi gimana kalo ternyata loe yang jadi korban perasaan cemburu dari sang pacar? Cemburu yang gila-gilaan, membabi-buta. Nah hal pertama yang harus loe lakukan segera evaluasi diri sendiri. ”Ada gak tindakan loe yang menyalahi komitmen pacaran loe sama pacar loe?”, ”Apa loe memang suka mancing-mancing bikin pacar cemburu?” (duh bie_bie banget kalo itu mah....heheheh).(tapi seru......hihihihi). Walau ada pendapat yang bilang bahwa untuk mengetes rasa cinta, kadang-kadang pacar perlu dibikin cemburu, yakinlah itu bukan cara yang baik

Menguji kekuatan hubungan lebih baik dilakukan dengan memecahkan masalah yang timbul di antara pasangan, bukan dengan bikin-bikin masalah yang sebetulnya tidak ada (teori banget ach.... heheh)

Kalau loe merasa bahwa loe biasa aza, tapi si pacar loe cemburu luar biasa dan membuat loe terkekang dan tersiksa karena tidak bisa bergaul dengan orang lain selain dengan pacar, loe kudu meninjau kembali hubungan loe. Ingat, bahwa rasa cemburu yang berlebihan merupakan salah satu bentuk kekerasan emosional dan tidak mustahil akan dibarengi dengan kekerasan fisik dan kekerasan seksual (wih serem amat....). Dalam hal ini, cemburu bukan tanda cinta, ini adalah bentuk kontrol agar loe mematuhi semua kemauannya.

Hubungan semacam ini sebaiknya segera diakhiri. Tidak ada gunanya meneruskan hubungan yang potensial menghancurkan diri dan masa depan loe. Loe terlalu berharga untuk diperlakukan semena-mena dan lebih baik cari orang lain yang mencintai dan menghargai loe, sehingga loe merasa nyaman bersamanya.

(by : bie_bie)